by

Mengolah Sampah dengan Metode Reduce, Reuse dan Recycle

Tinggi rendahnya bencana di suatu Kawasan ditentukan oleh faktor penting yaitu kerusakan lingkungan. World Risk Report bahkan mencatat sepanjang 2002 hingga 2011, telah terjadi 4.130 bencana di seluruh dunia yang mengakibatkan lebih dari 1 juta meninggal dunia dan kerugian material mencapai US$1,195 triliun.

Kerusakan lingkungan yang terjadi juga di dominasi dengan sampah-sampah yang tidak sepenuhnya dapat diolah oleh masyarakat Indonesia. Kurangnya kesadaran dari masyarakat juga menjadi pemicu semakin meningkatnya kerusakan pada lingkungan.

Ada satu metode yang sudah terkenal di dunia untuk menanggulangi masalah ini yaitu penerapan sistem 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan di sekitar kita yang murah dan mudah untuk dilakukan. Lalu apa pengertian lengkap mengenai metode 3R ini? Berikut penjelasannya [1].

  • Reuse

Berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.

Contoh kegiatannya:

  • Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang.
  • Gunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Misalnya botol bekas minuman digunakan kembali menjadi tempat minyak goreng.
  • Jual atau berikan sampah yang terpilih kepada pihak yang memerlukan
  • Memberikan baju yang kekecilan pada keluarga yang membutuhkan

  • Reduce

Berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang Anda tidak “terlalu” butuhkan

Contoh kegiatannya:

  • Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.
  • Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill)
  • Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
  • Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.

  • Recycle

Mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat juga menjadi hal yang sangat penting. Karena melalui proses ini kita juga dapat menciptakan terjadinya ekonomi sirkular yang memberikan manfaat ekonomi bagi beragam sektor contohnya sektor non formal seperti pemulung.

Contoh kegiatannya:

  • Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai.
  • Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali.
  • Mendaur ulang sampah botol plastik air minum menjadi sebuah pot tanaman
  • Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos.
  • Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat.

Itulah penjelasan mengenai metode 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) yang bisa Anda terapkan dengan mulai peduli akan lingkungan sekitar kita, Anda secara langsung juga akan menyelamatkan makhluk hidup yang berada disekitarnya. Seperti, dampak yang paling banyak dirasakan adalah ekosistem yang berada di laut. Sampah yang mengalir dari sungai tercemar pastinya akan berakhir di lautan. Sampah plastik tersebut secara tidak langsung akan termakan oleh makhluk hidup yang berada di dalamnya yang akan menyebabkan kematian.

Selain itu manusia juga akan terkena dampaknya juga ketika tidak sengaja makan makanan laut yang tercemar oleh bahan-bahan berbahaya. Untuk itu penting bagi kita menjalankan metode 3R tersebut atau bahkan bisa berinovasi seperti AQUA yang berkolaborasi dengan Grab membangun aplikasi pengumpulan kemasan bekas yang bertujuan untuk memudahkan konsumen yang ingin mendaur ulang sampahnya sekaligus mengedukasi masyarakat secara luas, tentang pentingnya memilah dan mengumpulkan sampah mulai dari rumah tangga.

Dengan aplikasi ini masyarakat bisa mengirimkan botol dan gelas plastik bekas lainnya yang umum digunakan dalam kegiatan sehari-hari, ke berbagai bank sampah  dan lapak hijau yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Tangerang dan Tangerang Selatan [2].

 

Sumber:

https://umumsetda.bulelengkab.go.id/artikel/3r-reuse-reduce-recycle-sampah-49#:~:text=Reuse%20berarti%20menggunakan%20kembali%20sampah,atau%20produk%20baru%20yang%20bermanfaat.

News Feed