by

Apakah Efektif Menerapkan Cara Memperbesar Penis?

Foto: pexels.com

Masih banyak laki-laki yang beranggapan bahwa tingkat kejantanan dan maskulinitasnya dinilai dari ukuran alat vitalnya. Pendapat ini tidak salah, hanya saja ini adalah pemikiran yang kuno.

Pemikiran kuno tersebut akhirnya membawa mereka untuk mengambil jalan pintas yang belum terjamin keamanannya yaitu mencari cara untuk memperbesar penis. Memperbesar alat vital memang terdiri dari beragam cara, ada yang tradisional tanpa obat sampai melakukan operasi.

Jumlah pria yang memutuskan untuk memperbesar penis pun tidak sedikit, mereka berlomba-lomba untuk memperbesar alat vital mereka. Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, ukuran penis seorang pria bukanlah tolok ukur dan penentu kualitas dari hubungan seksual. Sehingga pria dengan penis yang berukuran kecil pun bukan berarti memiliki hubungan seks yang tidak berkualitas.

Berdasarkan hasil penelitian, ukuran penis pria bervariasi. Tingkat variasi ini tergantung dari ras, suku bangsa, dan faktor genetik. Rata-rata ukuran normal penis seorang pria saat tidak ereksi yaitu sekitar 6.5 hingga 8 cm. Dan ketika dalam keadaan ereksi, penis bisa mencapai 13 hingga 15 cm. Ukuran penis dikatakan tidak normal ketika Mr. P berukuran 7.5 cm atau kurang dari 7.5 cm dalam keadaan ereksi.

Sekarang masih beredar iklan program, teknik, dan cara memperbesar penis. Mulai dari teknik yang masuk akal hingga yang tidak masuk akal sekalipun. Iklan-iklan tersebut memberikan iming-iming hasil yang memuaskan. Namun, secara medis hal tersebut belum bisa dibuktikan keefektifannya.

Melakukan teknik dengan sembarang dapat berakibat fatal pada Mr. P Anda. Anda harus tetap memilih dengan pertimbangan yang matang. Jika salah pilih dan salah teknik, Anda akan beresiko kehilangan sensasi di saraf perifer (membuat sulit ejakulasi), luka jaringan parut, impotensi, bahkan kerusakan permanen lainnya.

Maka dari itu, sebelum Anda memutuskan untuk memperbesar penis, silahkan simak terlebih dahulu apa saja cara untuk memperbesar penis dan seberapa efektifkah cara tersebut.

  1. Menambah atau memberikan beban

Memberikan beban pada ujung penis sesering mungkin dipercaya dapat menambah panjang penis Anda. Ini terdengar cukup menyakitkan memang, namun cara ini pernah digunakan sebagai alternatif non-obat dan dilabeli sebagai metode tertua cara memperbesar penis.

Apakah cara ini efektif? Tidak ada penelitian medis yang membuktikan bahwa cara ini dapat memberikan dampak untuk jangka panjang. Dan tidak ada dasar ilmiah yang mendukung tingkat keamanan saat menggunakan cara ini. Sebaliknya, cara ini cenderung menimbulkan lesi, impotensi, menimbulkan stretch mark, dan penurunan sensitivitas pada penis.

  1. Jelqing

Meskipun ini menjadi rekomendasi layaknya senam kegel, namun tidak ada latihan yang dapat menambah ukuran penis Anda. Latihan kegel dan Jelqing hanya membantu untuk mengatasi masalah ejakulasi dini pada pria.

Untuk Jelqing sendiri dipercaya dapat menambah ukuran penis tanpa masturbasi. Dan ternyata, cara membesarkan penis dengan metode ini tidak efektif dan bersifat sementara.

  1. Bedah plastik

Bedah plastik ini dilakukan untuk menambah panjang penis dengan memotong ligamen suspensori. Ligamen menyambungkan penis ke bagian panggul saat ereksi. Ketika ligamen dipotong, posisi penis akan turun atau merosot ke bawah sehingga memerikan ilusi bahwa penis lebih panjang dan besar.

  1. Pompa vakum

Biasanya pompa vakum digunakan untuk mengatasi masalah aliran darah dan menjaga ereksi. Yang sering menggunakan alat ini adalah para pria yang sudah berusia lanjut, memiliki riwayat diabetes, atau memiliki disfungsi ereksi. Dan lagi, pompa vakum dapat membesarkan penis namun hanya untuk sementara ketika alat yang menyerupai cincin masih diaktifkan.

News Feed